Langsung ke konten utama

Juventus sukses menekuk Ajax Amsterdam lewat drama adu penalti Dalam Sejarah 19 Tahun

Juventus salah satu klub dala Liga Champions yang tidak pernah diunggulkan, kini tinggal selanggkah lagi akan menicipi nikmatnya menjadi jawara Eropa. Kondisi ini akan terjadi, jika bisa menaklukkan Messi dan kawan-kawan di final Liga Champions pada 6 Juni nanti di Oympiastadion di Berlin.

Allegri mengutarakan pada anak asuhnya untuk mengingat kembali jejak pendahulu mereka, terutama skuat Juve di musim 1995-96, yang sukses merengkuh gelar Liga Champions. Di final, Si Nyonya Tua berhasil mengalahkan wakil Belanda, Ajax Amsterdam. Dan besok harus bisa mengulangi hal yang sama, maju merumput melawan Barcelona untuk kemenangan juve.

Juventus, yang pernah menjuarai Serie A musim 1994-95, langsung lolos ke babak grup Liga Champions 1995-96. Mereka tergabung di grup C bersama dengan Borussia Dortmund (Jerman), Rangers (Skotlandia), dan Steaua Bucharest (Rumania). Juve tampil meyakinkan di babak grup dengan meraih empat kemenangan dari enam pertandingan, satu-satunya kekalahan mereka telan ketika menghadapi Dortmund. Kali ini Juve harus bisa mengulang sejarah 19 tahun yang silam menjadi juara Liga Champhions.

Postingan populer dari blog ini

Agen Sbobet : Millner Siap Pensiun

James Millner mengisyaratkan bakal mengakhiri kiprahnya bersama timnas Inggris usaia gelaran euro 2016. Agen sbobet memberitakan dimana James Milner yang waktu itu hanya duduk di bangku cadang saat Inggris menaklukkan Jerman 3-2 di Olympiastadion menyaksikan rekan-rekannya yang lebih muda beraksi pada laga persahabatan sempat mengungkapkan keinginannya untuk pensiun dari ajang iternasional. Gelandang berusia 30 tahun itu hanya tampil selama tiga menit dalam kampanye The Three Lions yang buruk di gelaran Euro 2016 kemarin. Merasa tidak senang dengan menit bermainnya di level internasional, Milner, yang mengoleksi 61 caps , menyampaikan kepada agen sbobet akan membahas masa depannya dengan manajer anyar Sam Allardyce. “Saya harus berbicara dengan Sam mengenai itu. Di usia saya, ikut bepergian (dengan timnas) dan tidak bermain adalah hal yang tidak bagus untuk diri saya dan klub saya. Bagi pemain muda, ikut bepergian dan mendapatkan pengalaman mencicipi turnamen terbilang b...

judi bola online : Pensiun Lionel Messi Tidak Rugikan Barcelona

Jika kebanyakan orang meminta Lionel Messi membatalkan pensiun dari timnas Argentina, namun kali ini pandangan berbeda diutakan Luis Enrique, pelatih La Pulga di Barcelona. Ia menilai keputusan Si Kutu bakal menguntungkan Blaugrana karena dia bakal lebih fokus bersama barcelona. Setelah sering dihujat kritik lantaran dianggap setengah hati membela timnas, peraih lima trofi Ballon d’Or ini membuat pecinta sepakbola terkejut dengan keputusan gantung sepatu di tingkat internasional setelah Albiceleste menelan kekalahan ketiga beruntun di laga final, kalah dari Cile di Copa America Centenario musim panas lalu. Telah diberitakan judi bola online bahwa Messi sendiri gagal mengeksekusi penalti yang menjadi penambah luka setelah kalah di laga puncak Piala Dunia 2014 dan Copa America 2015, sehingga situasi ini mendorongnya mengumumkan untuk tidak akan membela negaranya lagi karena dia merasa tidak bisa berbuat apa-apa untuk negara tercintanya. Pasca pernyataan mengeju...

Hadapi MU di Final Piala FA Crystal Palace Wilfried Zaha Perpacu Dengan Waktu

Untuk menghadapi Mu pemain sayap Crystal Palace Wilfried Zaha akan absen pada pertandingan Liga Inggris Sabtu melawan Stoke City karena ototnya terkilir, dan ia berpacu dengan waktu untuk dapat bugar agar dapat tampil di final Piala FA melawan Manchester United. Dia berusaha untuk istirahat dan dapat memulihkan kondisi tersebut dengan cepat agar dapat mendukung klub menghadapi MU. Palace berada di peringkat ke-16 di klasemen Liga Inggris dengan koleksi 39 angka, dan berniat untuk menghindari kekalahan beruntun ketiga ketika menghadapi Stoke, di mana kemenangan akan secara matematis mengamankan pasukan Pardew dari ancaman degradasi dengan satu pertandingan tersisa. Lee mengatakan bahwa Pardew "terlalu cepat panas dalam beberapa pertandingan" dan mengklaim dalam wawancara dengan Sports Seoul bahwa pelatihnya "lupa berapa banyak pemain cadangan yang ia miliki." Dan kesalahannya terlalu mengabaikan kondisi tersebut.